Selasa, 17 Maret 2015

Tugas Bahasa Indonesia Pertemuan 1 - Penalaran-Proposisi-Inferensi dan Implikasi-Wujud Evidensi-Cara Menguji Data,Fakta dan Autoritas

Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Metode dalam menalar
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

Metode induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragrafgeneralisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.


Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentukbahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
·         Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
·         Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secaraformal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.


Proposisi
Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. [1] Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni:
1.     Subyek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orangbenda, tempat, atau perkara. [4]
2.     Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
3.     Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat.
Contohnya kalimat Semua manusia adalah fana. Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula. Adapun predikat di sini diwakili oleh kata fana.
Banyak pemikir modern berpikir bahwa "pernyataan" dan "proposisi" adalah sinonim, atau paling tidak seharusnya sama.

Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, proposisi diklasifikasikan menjadi dua kategori: tunggal dan majemuk. [3] Proposisi Tunggal hanya mengungkap satu pernyataan saja dimana hanya didukung satu subjek dan satu predikat (kalimat tunggal). [3]. Sebagai contoh kalimat "Setiap manusia akan mati",dalam kalimat tersebut hanya terdapat satu subjek, yakni "manusia", sedang predikatnya berupa "mati". [3] Kemudian Proposisi Majemuk, proposisi ini dibentuk dari gabungan dua proposisi tunggal atau lebih dimana kalimat pernyataan ini sekurang-kurangnya didukung dua pola kalimat. [3] Misalnya seperti kalimat "Setiap warga negara harus menyadari hak dan tanggung jawabnya".

 

 

Berdasarkan Sifat Pembenaran atau Pengingkaran

Berdasarkan sifat pembenaran dan pengingkaran, terdapat dua kategori proposisi: kategorial dan kondisional. [3] Proposisi kategorial menunjuk pada sebuah pembenaran atau pengingkaran yang bersifat mutlak; pasti benar atau pasti salah. [3] Artinya, kebenaran terjadi tanpa syarat. [3] Contoh: Semua orang akan mati.[3]Selanjutnya adalah proposisi kondisional, yakni proposisi yang menunjuk pada pembenaran atau pengingkaran yang bersyarat atau berupa pilihan. [3]
Kategori proposisi kondisional sendiri dapat dibedakan menjadi dua kategori, yakni hipotesis dan disjungtif. [3] Proposisi Kondisional Hipotesis adalah proposisi yang menunjuk pada pembenaran yang bersyarat. [3] Artinya bila proposisi terpenuhi, maka kebenaran terjadi. [3] Hal ini bisa kita lihat dalaam kalimat Jika hujan terjadi, tanah becek, jadi tanah akan becek jika terjadi hujan. [3] Lain halnya dengan proposisi kondisional hipotesis, Proposisi Kondisional Disjungtif disebut juga alternatif. [3] Hal ini didasarkan pada pembenaran yang berupa pilihan. [3] Proposisi ini kerap kali menggunakan kata atau seperti dalam kalimat: Amir harus membantu orang tuanya atau membersihkan halaman rumah. [3]

 

 

Berdasarkan Luas Pengertian

Berdasarkan luas pengertian, proposisi dibedakan menjadi tiga kategori: universal, partikular, dan singular. [3] Proposisi Universal ialah sebuah proposisi yang mencakup seluruh aspek atau bagian.[3] Hal ini ditandai dengan adanya kata: semua, seluruh, setiap, setiap kali, masing-masing. [3] Sebagai contoh pada kalimat Tidak seorangpun dinegeri ini yang atheis. [3]
Kemudian yang kedua adalah Proposisi Partikular, yakni yang mengungkapkan sebagian dari seluruh aspek. [3] Kata tugas yang menandai proposisi partikular adalah beberapa, sebagaian, tidak semua, kebanyakan, banyak.[3] Contoh: Tidak semua siswa tekun belajar. [3] Kata "tidak semua" dalam kalimat di atas merupakan proposisi partikular, yakni hanya mencakup sebagian aspek saja.Dan yang terakhir adalah Proposisi Singular, proposisi ini hanya mengungkap satu aspek saja, di antara penandanya adalah kata ini dan itu. Misal penggunaannya dalam kalimat:Rumah ini akan dijual, kata rumah di sini hanya menunjukkan satu unsur. Jika terdapat dua unsur di dalamnya, maka suatu kalimat tidak bisa disebut dengan proposisi singular.

 

Berdasarkan Kualitas dan Kuantitas

Berdasarkan kualitas juga kuantitasnya, proposisi dapat terbagi menjadi dua, yaitu proposisi A, I, E, dan proposisi O. [3] Yang dimaksud dengan Proposisi A di sini adalah proposisi universal atau singular positif; proposisi yang mengungkap keseluruhan dan pembenaran, pengakuan, atau positif. [3] Contohnya kalimat Meja ini dibuat darikayu jati". [8]
Lain halnya dengan A, Proposisi E adalah proposisi universal atau singular negatif. [3] Proposisi ini mengungkap keseluruhan pengingkaran, penolakan, atau negatif. [3]Misalnya seperti kalimat "Meja ini tidak dibuat dari kayu jati", kata tidak dalam kalimat tersebut menunjukkan kenegatifan yang berupa pengingkaran. [8]
Selain proposisi A juga E, berdasarkan kualitas dan kuantitasnya, proposisi juga terbagi lagi menjadi Proposisi I dan Proposisi O. [3] Proposisi I ialah proposisi partikular aktif; mengungkap sebagian dari keseluruhan pengakuan, pembenaran, atau positif. [3] Sebagaimana contoh dalam kalimat berikut "Beberapa siswa SMU Kebangsaan tekun belajar". [3]
Proposisi O sendiri adalah proposisi partikular negatif; mengungkap sebagian dari keseluruhan pengingkaran, penolakan, atau negatif. [3] Contoh: "Beberapa siwa SMU Kebangsaan tidak tekun belejar. [3]

Pengertian Inferensi dan Implikasi
Interferensi

Alwasilah (1985:131) mengetengahkan pengertian interferensi berdasarkan rumusan Hartman dan Stonk bahwa interferensi merupakan kekeliruan yang disebabkan oleh adanya kecenderungan membiasakan pengucapan (ujaran) suatu bahasa terhadap bahasa lain mencakup pengucapan satuan bunyi, tata bahasa, dan kosakata. Sementara itu, Jendra (1991:109) mengemukakan bahwa interferensi meliputi berbagai aspek kebahasaan, bisa menyerap dalam bidang tata bunyi (fonologi), tata bentukan kata (morfologi), tata kalimat (sintaksis), kosakata (leksikon), dan tata makna (semantik) (Suwito,1985:55).


Interferensi dalam bentuk kalimat

 Interferensi dalam bidang ini jarang terjadi. Hal ini memang perlu dihindari karena pola struktur merupakan ciri utama kemandirian sesuatu bahasa. Misalnya, Rumahnya ayahnya Ali yang besar sendiri di kampung itu, atau Makanan itu telah dimakan oleh saya, atau Hal itu saya telah katakan kepadamu kemarin. Bentuk tersebut merupakan bentuk interferensi karena sebenarnya ada padanan bentuk tersebut yang dianggap lebih gramatikal yaitu: Rumah ayah Ali yang besar di kampung ini, Makanan itu telah saya makan, dan Hal itu telah saya katakan kepadamu kemarin.Terjadinya penyimpangan tersebut disebabkan karena ada padanan konteks dari bahasa donor, misalnya: Omahe bapake Ali sing gedhe dhewe ing kampung iku, dan seterusnya

Interferensi Semantik

 Berdasarkan bahasa resipien (penyerap) interferensi semantis dapat dibedakan menjadi,
1.                  Jika interferensi terjadi karena bahasa resipien menyerap konsep kultural beserta namanya dari bahasa lain, yang disebut sebagai perluasan (ekspansif). Contohnya kata demokrasi, politik, revolusi yang berasal dari bahasa Yunani-Latin.
2.                  Yang perlu mendapat perhatian, interferensi harus dibedakan dengan alih kode dan campur kode. Alih kode menurut Chaer dan Agustina (1995:158) adalah peristiwa penggantian bahasa atau ragam bahasa oleh seorang penutur karena adanya sebab-sebab tertentu, dan dilakukan dengan sengaja. Sementara itu, campur kode adalah pemakaian dua bahasa atau lebih dengan saling  memasukkan unsur bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain secara konsisten. Interferensi merupakan topik dalam sosiolinguistik yang terjadi sebagai akibat pemakaian dua bahasa atau lebih secara bergantian oleh seorang dwibahasawan, yaitu penutur yang mengenal lebih dari satu  bahasa. Penyebab  terjadinya interferensi adalah kemampuan penutur dalam menggunakan bahasa tertentu sehingga dipengaruhi oleh bahasa lain (Chaer,1995:158). Biasanya interferensi terjadi dalam penggunaan bahasa kedua, dan yang menginterferensi adalah bahasa pertama atau bahasa ibu

Implikasi 

 
Perhatikan pernyataan berikut ini: “Jika matahari bersinar maka udara terasa hangat”, jadi, bila kita tahu bahwa matahari bersinar, kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. Karena itu akan sama artinya jika kalimat di atas kita tulis sebagai:
 “Bila matahari bersinar, udara terasa hangat”.
 ”Sepanjang waktu matahari bersinar, udara terasa hangat”.
 “Matahari bersinar  berimplikasi udara terasa hangat”.
 “Matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”.
 Berdasarkan pernyataan diatas, maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar atau matahari bersinar merupakan syarat cukup untuk udara terasa hangat.
 Sedangkan untuk menunjukkan bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar. Karena udara dapat menjadi hangat hanya bila matahari bersinar.


Evidensi

Pada hakikatnya evidensi adalah semua yang ada semua kesaksian,semua informasi,atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran, fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur adukan dengan apa yang di kenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.
Cara mrnguji data :
Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi. Di bawah ini beberapa cara yang dapat di gunakan untuk pengujian tersebut.
a.Observasi
b.Kesaksian
c.Autoritas
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta,maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilitian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
a.Konsistensi
b.Koherensi

1.      Cara menguji data.

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
·         Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta.
·         Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
Menurut sifatnya, data dibagi atas dua bagian yaitu:
a.       Data kualitatif.
Data kualitatif adalah data yang dikategorikan menurut lukisan kualitas objek yang dipelajari.
b.      Data kuantitatif.
Data kuantitatif adalah data yang memiliki harga yang berubah-ubah atau bersifat variabel. 
v  Menurut sumbernya.
Menurut sumbernya data dibagi menjadi:
a.       Data Intern
Data intern adalah data yang diperoleh atau bersumber dari dalam suatu instansi ( lembaga atau organisasi ).
b.      Data Ekstern
Data ekstern adalah data yang diperoleh atau bersumber dari luar instansi. Data ekstern dapat dibagi menjadi:

1)      Data primer
Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan atau yang menggunaklan data tersebut. Data yang diperoleh seperti hasil wawancara atau pengisian kuisioner yang biasa dilakukan peneliti. Dalam metode pengumpulan data primer, peneliti atau observer melakukan sendiri penelitian atau observasi di lapangan maupun di laboratorium. Pelaksanaannya dapat berupa survey atau percobaan ( eksperimen ).

2)      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang tidak secara langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut. Data sekunder pada umumnya digunakan oleh peneliti untuk memberikan gambaran tambahan, gambaran pelengkap atau diproses lebih lanjut. Data sekunder didapat dari hasil penelitian lembaga atau instansi seperti BPS, Mass Media, Lembaga Pemerintahan atau swasta dan sebagainya. Yang menjadi perhatian dalam penggunaan data sekunder adlah sumber data, batasan konsep yang digunakan, serta tingkat ketelitian dalam pengumpulan data.
v  Menurut jenisnya.
Menurut jenisnya, data terdiri dari dua bagian, yaitu:
a.       Data Kontinu.
Data kontinu merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran.
b.      Data Diskrit
Data diskrit merupakan data yang diperoleh dari hasil perhitungan.
Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sedangkan instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah untuk diolah atau dianalisis

1)      TES
Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, ketrampilan, intelegensia atau kemampuan yang dimiliki oleh individu atau kelompok.Ditinjau dari sasaran atau objek yang dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam tes atau alat ukur lain. Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan instrument berupa soal-soal tes, dan soal tes terdiri dari banyak butir tes yang masing-masing mengukur satu jenis variable.

2)      ANGKET (kuesioner).Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Kuesioner dapat dibedakan atas beberapa jenis tergantung dengan sudut pandang tertentu.



3)      INTERVIEW.
Interview sering juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan adalah merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara kepada responden untuk menggali informasi.
4)      OBSERVASI
Didalam pengertian psikologik, observasi atau pengamatan adalah merupakan seluruh kegiatan pengamatan terhadap objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi observasi dapat dilakukan dengan penciuman, penglihatan, pendengaran, peraba dan pengecap. Pengamatan dengan menggunakan indra disebut pengamatan langsung.
Di dalam penelitian observasi dapat dilakukan dengan menggunakan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara dan lain-lain.

5)      DOKUMENTASI.
Dokumentasi, berasal dari kata dokumen yang artinya semua barang-barang yang yang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi , peneliti menyelidiki benda benda tertulis seperti buku, notulen rapat, catatan, peninggalan benda purbakala yang merupakan symbol symbol atau gambar. instrumen dalam penelitian mempunyai kedudukan yang sangat penting karena benar tidaknya data yang dikumpulkan akan tergantung dari baik tidaknya instrument pengumpul data. Setelah instrument dirancang maka sebelum digunakan sebaiknya peneliti melakukan uji coba lebih dulu untuk mengetahui apakah responden bisa memahami pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. 

2.      Cara menguji fakta.


Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.

1)      Konsistensi.
Konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dengan sintaksis. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model; ini digunakan dalam arti logika tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan.

2)      Koherensi.
Koherensi merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkannya. Ada beberapa penanda koherensi yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya penambahan (aditif), rentetan (seri), keseluruhan ke sebagian, kelas ke anggota, penekanan, perbandingan (komparasi), pertentangan (kontras), hasil (simpulan), contoh (misal), kesejajaran (paralel), tempat (lokasi), dan waktu (kala).

3.      Cara meguji autoritas.


Menghindari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan atau hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :

1)      Tidak mengandung prasangka.
Pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli ata didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.

2)      Pengalaman dan pendidikan autoritas.
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.

3)      Kemashuran dan prestise.
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.

4)      Koherensi dengan kemajuan.

Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.


SUMBER : www.wikipedia.com
                   http://ennoasriani.wordpress.com/2012/03/09/pengertian-inferensi-dan-implikasi-softskill-tulisan-b-indo-2/
http://rudybyo.blogspot.com/2012/03/v-pengertian-dari-proposisievidensi-dan.html
http://ssgpelajarbahasa.blogspot.com/2011/11/referensi-dan-inferensi-wacana.html
http://genryusai.wordpress.com/2012/03/09/pengertian-penalaran/
http://yesa0409.blogspot.com/2013/cara-menguji-data.html
http://yesa0409.blogspot.com/2013/cara-menguji-fakta.html

http://danspurnomo.blogspot.com/2014/03/definisi-proporsi-efesiensi-cara.html

Minggu, 26 Oktober 2014

Tugas Bahasa Indonesia 2-Hal yang Menarik Dalam Kehidupan

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh .

Disini saya akan bercerita tentang hal yang menarik dalam kehidupan saya , sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu nama saya ADESKA APRILIA dari kelas 3KB07 jurusan SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS GUNADARMA .
 Langsung saja disini saya akan bercerita tentang hal yang menarik dalam kehidupan saya adalah klo saya suka sekali dengan yang namanya automodifikasi baik itu mobil atau motor,dan saya juga suka dengan balapan liar motor .

Oke langsung saja, awal saya menyukai automodifikasi dan balapan liar motor itu bermula dari suatu game mobil yang ada di ps 2 , nama game nya klo tidak salah itu NEED FOR SPEED UNDERGROUND 2 , itu adalah suatu game balapan mobil liar yang di jalanan luar negeri . Namun selain balapan game tersebut juga mempertunjukan cara memodifikasi suatu mobil baik itu sedan maupun jeep .

 Awalnya saya bermain dengan balapan terus,hingga saya tamatkan game itu selama 1 bulan,saya merasa bosan dengan balapan hingga akhirnya saya iseng untuk memodifikasi mobil yang saya pakai dalam game tersebut . di game tersebut saya memakai mobil yang di modifikasi yaitu NISSAN SKYLINE-GTR yang di pakai brian o’conner di film 2FAST 2FURIOUS , saya senang sekali dengan hal memodifikasi mobil tersebut , karena disitu saya bias mengeluarkan imajinasi saya dalam hal otomotif .

Saya suka sekali dengan yang namanya design dalam otomotif,baik itu berupa grafis atau interior dalam suatu kendaraan . entah kenapa saya suka sekali dengan yang namanya automotif saya suka dengan membuat mobil itu menjadi enak dilihat dengan imajinasi yang saya punya bukan dengan buatan pabrik , impian saya mempunyai Nissan skyline gtr tuh yang buat balap hehe . Menurut saya itu mobil sedan paling sempurna buat saya baik dalam bentuk bodi,interior dalam nya dan yang paling penting adalah tenaga mesin mobil itu tidak bisa di ragukan lagi , dan mesin nya mempunyai turbo yang besar sehingga kekuatan mobil tersebut tidak bisa di ragukan lagi .
Tetapi sesuka sukanya saya dalam mobil , kendaraan yang paling saya suka adalah motor karena buat saya motor adalah kendaraan yang simple namun memacu adrenalin juga .
Waktu itu tepatnya saya kelas 2 SMP dan itu ulang tahun saya yang ke 13 , dan banyak orang2 yang saying sama saya memberi ucapan kepada saya , dan ketika itu ayah saya dan ibu saya bertanya mau hadiah apa saya di ulang tahun saya yang sekarang ini , selintas saya berfikir klo saya ingin sekali mempunyai motor kopling .

Akhirnya saya di belikan Honda CBR-150 warna biru , wah saya senang sekali sewaktu saya di belikan motor itu karna baru saya doing yang make motor itu pas masih smp kelas 2 . sebulan berjalan saya saat plat nomer motor saya turun saya langsung membawa nya ke sekolahan hehe alhasil temen-temen saya kaget karna saya membawa motor tersebut , namun ada salah satu temen saya namanya rexy dia anak seorang bupati purwakarta dia nanya sama saya klo spek motor saya apa ?

Disitu saya menjawab pertanyaan nya klo spek motor saya itu standart karena baru keluar dari dealer sebulan yang lalu , kemudian temen saya yang bernama rexy itu memberi tau saya pengen ga motornya bisa ngacir deres banget kaya motor2 gp gitu , hmm saya tertarik dengan ajakan nya . Hari Jum’at pagi saya dan temen saya yang bernama rexy tersebut kemudian pergi ke suatu bengkel balap gitu yang berada di daerah kemayoran belakang PRJ , disitu ternyata adalah bengkel REPSOL HONDA RACING mekanik nya aja adalah mantan pembalap semua .

Kemudian saya di temukan nya dengan kepala bengkel situ yang bernama pak tosa , beliau adalah keterunan jepang dan beliau adalah mantan mekanik moto GP era tahun 2000-2007 pengalamana nya dalam hal bongkar membokar mesin motor baik itu spek standart pabrik maupun spek bore up alias spek balap sangatlah khatam .

Pak tosa ini kenal sekali dengan temen saya ini , dia bilang klo motor cbr saya ini ingin sekali di buat kenceng untuk main ajang balapan liar , kemudian pak tosa menyebutkan harga yang sangat sangat murah kepada saya yaitu sekitar 15 jutaan buat membongkar full mesin saya diganti dengan spek full balap , dan motor saya menginap selama 2 minggu di bengkel tersebut . dengan system menyicil saya membuat motor saya itu untuk jadi keceng agar bisa merajai ajang balapan liar di daerah Jakarta timur hehe , sudah 2 minggu berlalu saya dan teman saya akhirnya kembali ke bengkel itu untuk mengambil motor kesayangan saya .

Saya mengambil motor saya itu tepatnya jam 10an malam , karena jam 1an itu saya ingin melihat motor saya di setting mesin nya dan optimalkah lari motor saya , setiba saya di bengkel ternyata pak tosa dan mas aji tersenyum2 melihat saya dan motor saya , selintas saya bertanya sama mereka ber2 kenapa ? mereka bilang motor saya sempurna lari nya udah kaya setan mas ades . saya sedikit bingung degan apa yang mereka bilang katanya udah lihat aja nanti malam mas pas saya yang bawa , oia joki motor saya namanya mas aji .

Tepat udah jam 1 malam daerah kemayoran sudah ramai dengan anak-anak balap dan motor-motor yang bisa saya bilang keren-keren hehe , akhirnya si biru saya di bawa keluar sama mas aji untuk menunjukan sama saya performa motornya , pas saat motor saya di nyalaiin saya sedikit merinding mendengar suara motor saya yang galak berbeda dengan pas masih standar dulu mesin nya hehe , akhirnya mas aji melepas start motor saya .

Saya terkaget-kaget melihat motor saya yang ngangkat2 terus ternyata benar apa yang dibilang sama pa tosa dan mas aji , dari situlah sampai sekarang ini saya senang dengan yang namanya balapan liar motor dan mobil , jika saya sudah mempunyai anak nanti saya akan mengajarkan cara start motor yang benar kepada anak saya agar anak saya bisa meneruskan apa yang saya pengen .

Itu saja cerita singkat dan hal yang menarik yang bisa saya ceritakan kurang lebih nya mohon maaf ya , itu foto motor saya .

WASSALAMUALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABAROKATUH



Jumat, 03 Oktober 2014

Tugas Bahasa Indonesia-Pengalaman Pribadi Dalam Kehidupan

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
            Perkenalkan nama saya Adeska Aprilia saya , disini saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman , keluarga dan cita-cita saya . Pertama-tama saya akan bercerita  
  Tentang keluarga saya , saya adalah anak ke 6 dari 5 bersaudara. Saya di keluarga adalah anak terakhir yg masih berada dalam dunia perkuliahan , karena saudara-saudara saya semuanya sudah ada yang berkeluarga dan ada juga yang lulus dari kuliah nya .
 
  Saya lahir di Jakarta pada tanggal 1 April 1994 , namun kami sekeluarga bukan asli Jakarta melainkan kami asli Sumatra barat atau lebih tepat nya keluarga besar minang .
 Ayah saya seorang asisten direktur BANK INDONESIA yang bekerja di kepala bagian keuangan , Ibu saya seorang ibu rumah tangga . Kami sekeluarga mempunyai hobi yang berbeda dengan lainya , cuman saya dan ayah saya saja yang memiliki hoby yang sama .

  Saya dan ayah saya suka sekali dengan yang namanya otomotif baik itu mobil maupun motor , namun klo ayah saya dia kurang tertarik dengan kendaraan sepeda motor . Beliau 
 Hanya suka dengan kendaraan mobil saja , namun dari keluarga ini hanya saya sendiri lah yang suka sekali dengan namanya otomotif . Karena buat saya otomotif itu hoby buat laki-laki banget ketimbang dengan hoby yg lain , ya meskipun klo dalam hal sport saya suka basket , futsal dan balapan . Intinya sih berbeda dengan hoby cowo-cowo yang lainnya .

  Cita-cita saya sih sebenarnya kepengen menjadi gubernur bank Indonesia tempat ayah saya bekerja , karena saya termotifasi dari ayah saya dan saudara perempuan saya yang
 Yang bekerja di bank Indonesia sebagai device manager pengeleburan uang . Saya ingin sekali rasanya jika sudah lulus kuliah nanti ingin melamar sebagai pegawai bank Indonesia karena itu impian saya sejak masih kecil. Karena itulah saya sangat berjuang
 Sekali igin rasanya bisa bekerja sebagai pagawai bank Indonesia , mungkin memang sangat sulit untuk bisa keterima sebagai pegawai di bank yg milik Negara tersebut cuman dalam hati saya tidak ada kata menyerah , jangan pernah takut untuk mencoba karena saya yakin orang di sekeliling dan sayang sama saya mereka pasti akan menyuport saya sepenuh nya hingga saya sukses nanti amin .
Pengalaman yang pernah saya alamin saya dulu sejak SMA pernah terjun ke dunia balapan motor resmi atau drag race , yang sering di selenggarakan di circuit sentul jawa
 Barat . Awalnya saya tertarik dengan yang namanya kinerja mesin dan cara pengoperasian nya pada motor itu seperti apa , jadi semakin menarik buat saya pelajarin
  System pengoperasian mesin bertenaga besar pada motor .

 Awal mulanya saya suka pada mesin berawal dari motor pertama yang saya punya , tepat
  Pada usia saya yang ke 17 saya di hadiah kan sebuah sepede motor Kawasaki ninja rr .
Dan pertama itulah saya memegang motor sport berkapasitas cc 150 dan system pengoperasian nya 2 tak , itu hadiah yang paling keren menurut saya dari ayah saya ,
 Awalnya saya janji sama diri saya sendiri klo saya tidak akan mengotak-atik motor saya itu .

 Namun saya di doktrin sama temen saya klo motor ninja itu tidak pantes buat motor harian , melainkan ninja itu layaknya sebagai motor drag atau balapan resmi .
  Pada sore hari ketika saya libur saya dan teman saya langsung membawa motor saya ke bengkel untuk di bore up mesin nya , dengan bajet yang mengocek kantong saya ,  3 minggu sejak saat itu motor saya di bengkel dan orang tua saya pun menanyai kemana
  Motor saya itu . Tepat hari rabu jam 3 sore motor saya sudah siap dan mesin nya pun sudah naik kembali pada posisi sempurna nya .

 Namun saya mengira motor saya itu biasa-biasa saja tanpa adanya perubahan , ternyata
  Semua perkiraan saya itu salah besar , tenaga motor saya menjadi sangat besar dan larinya pun bisa saya bilang seperti jet . akhirnya sore itu motor kembali saya bawa
 Pulang kerumah untuk bukti lapor kepada orang tua saya . Dan akhirnya orang tua sayapun percaya dengan saya , malam harinya saya dan teman-teman saya  keluar
 Membawa motor saya juga , saya dan teman-teman saya langsung menuju kawasan garuda taman mini Indonesia indah .

Awalnya saya dan teman-teman saya cuman ingin nongkrong atau ngopi-ngopi aja ,
  Dan karena kami keasikan ngobrol hari pun semakin malam dan waktu menunjukan pukul 02.00 pagi , banyak sekali anak-anak communitas motor maupun communitas                                      
   modifikasi  yang berada di taman mini mereka saling memamerkan hasil modifikasi ataupun hasil kreatifitas mereka . Banyak sekali motor-motor keren yang saya lihat pada
 saat itu , namun hari semakin pagi yang saya nantikan akhirnya datang juga yaitu ajang balapan liar yang sangat seru dan memacu adrenalin .

saya sendiri sangat suka sekali dengan ajang balapan liar tersebut , saya dan teman-teman                                        
 saya melihat motor yang kencang-kencang sekali larinya ya bisa saya bilang hampir sama seperti jet deh . Namun karena saya rasanya ingin sekali mencoba ajang balapan tersebut ,
 saya menyalakan motor saya dan menjalankan nya menuju garis start dimana setiap
motor siap untuk mencari power dalam ajang tersebut .

 Awalnya saya sendiri ragu apa saya bisa untuk melepas start motor saya ini , namun
 Hati saya berkata untuk percaya diri dan yakin kepada motor saya klo saya bisa .
Dan akhirnya saya sendiri pun bisa ngelepas start sendiri motor saya dan ber-
  Barengan dengan motor lawan saya hingga akhirnya saya duel sama lawan saya dalam track balapan liar yang panjang nya 500 m . Hingga akhirnya saya bisa masuk garis finish
 Saya sangat senang sekali impian saya mempunyai motor yang kenceng dan impian
  Seperti pembalap resmi pun tercapai .

 Akhirnya pertama kali itu juga saya bisa merasakan hasil uang taruhan kemenangan
  Motor saya yang saya bagi-bagikan ke temen-temen saya sebagai jajan aja dan mengisi kebetean saat ingin pulang . itu aja pengelaman pribadi yang sangat seru buat saya
  Hingga akhir nya sampe sekarang pun balapan liar itu telah menjadi darah daging buat saya , karna hobi yang ekstrem itu saya suka dan rasanya itu lelaki banget .


 Kurang lebihnya saya mohon maaf wassalamualikum warrahmatullahi wabarakatuh .

Jumat, 02 Mei 2014

Tugas Kampus PENGERTIAN PROTOTYPING

Tugas Kuliah PROTOTYPING


1.      Apa Itu Prototyping ?

Prototyping adalah proses yg bisa dilaksanakan secara berulang dengan tujuan untuk menghindarkan proses persetujuan formal secara periodik yg diperlukan dalam pendekatan pengembangan sistem secara tradisional.
Prototyping adalah proses yang digunakan untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam membentuk model dari perangkat lunak yang harus dibuat.
Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai tentang cara sistem dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan sebuah prototipe disebut Prototyping.

Jenis dari Prototyping ada dua :
Prototipe jenis I: sesungguhnya akan menjadi sistem operasional
Prototipe jenis II: merupakan suatuy model yyang dapat dibuang yang berfungsi bagi sistem operasional.
Karakteristik metode prototyping meliputi langkah-langkah :
·        Pemilahan fungsi
·        Penyusunan Sistem Informasi
·        Evaluasi
·        Penggunaan Selanjutnya
Jenis-jenis prototyping meliputi
·        Feasibility prototyping
·        Requirement prototyping
·        Desain Prototyping
·        Implementation prototyping
Teknik-teknik prototyping meliputi
·        Perancangan Model
·        Perancangan Dialog
·        Simulasi

Keuntungan dari prototipe
Menghasilkan syarat yang lebih baik dari produksi yang dihasilkan oleh metode ‘spesifikasi tulisan’.
User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe.
Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya, karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik.

User merasa puas. Pertama, user dapat mengenal melalui komputer. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang sudah ada), user belajar mengenai komputer dan aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. Kedua, user terlibat langsung dari awal dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung.


2.      Metode Rapid Prototyping?

Rapid Prototyping (RP) dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untuk membuat model berskala (prototipe) dari mulai bagian suatu produk (part) ataupun rakitan produk (assembly) secara cepat dengan menggunakan data Computer Aided Design (CAD) tiga dimensi. Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi suatu gambar tiga dimensi menjadi benda tiga dimensi asli yang mempunyai volume. Selain itu produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk menguji suatu part tertentu. Metode RP pertama ditemukan pada tahun 1986 di California, USA yaitu dengan metode Stereolithography. Setelah penemuan metode tersebut berkembanglah berbagai metode lainnya yang memungkinkan pembuatan prototipe dapat dilakukan secara cepat.
Saat ini, pembuatan prototipe menjadi syarat tersendiri pada beberapa perusahaan dalam upaya penyempurnaan produknya. Beberapa alasan mengapa rapid prototyping sangat berguna dan diperlukan dalam dunia industri adalah:
·        Meningkatkan efektifitas komunikasi di lingkungan industri atau dengan konsumen.
·        Mengurangi kesalahan-kesalahan produksi yang mengakibatkan membengkaknya biaya produksi.
·        Mengurangi waktu pengembangan produk.
·        Meminimalisasi perubahan-perubahan mendasar.
·        Memperpanjang jangka pakai produk misalnya dengan menambahkan beberapa komponen fitur atau mengurangi fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam desain.



Rapid Prototyping mengurangi waktu pengembangan produk dengan memberikan kesempatan-kesempatan untuk koreksi terlebih dahulu terhadap produk yang dibuat (prototipe). Dengan menganalisa prototipe, insinyur dapat mengkoreksi beberapa kesalahan atau ketidaksesuaian dalam desain ataupun memberikan sentuhan-sentuhan engineering dalam penyempurnaan produknya. Saat ini tren yang sedang berkembang dalam dunia industri adalah pengembangan variasi dari produk, peningkatan kompleksitas produk, produk umur pakai pendek, dan usaha penurunan biaya produksi dan waktu pengiriman. Rapid prototyping meningkatkan pengembangan produk dengan memungkinkannya komunikasi yang lebih efektif dalam lingkungan industri.
Beberapa metode Rapid Prototyping yang berkembang saat ini adalah:
1.      Stereolithography (SLA)
2.      Selective Laser Sintering (SLS)
3.      Laminated Object Manufacturing (LOM)
4.      Fused Depsition Modelling (FDM)
5.      Solid Ground Curing (SGC)

3.      Perbedaan bentuk prototyping : sketsa , storyboard , scenario ?

 a. Sketsa, Mock ups
     - Paper based “menggambarkan” interface
     - Baik untuk mengungkapkan pendapat
     - Difokuskan pada orang dengan desain tingkat tinggi
     - Tidak terlalu baik untuk menggambarkan alur dan rinciannya
     - Murah dan cepat
     - umpan balik sangat menolong

b. Storyboarding

     - Pensil dan simulasi catatan atau walkthrough dari kemampuan dan tampilan system
     - Menggunakan urutan diagram / gambar
     - Menunjukkan kunci snap shots
     - Cepat dan mudah

c. Skenario

     - Hipotesis atau imajinasi penggunaan
     - Biasanya menyertakan beberapa orang, peristiwa, lingkungan dan situasi
     - Menyediakan konteks operasi
     - Terkadang dalam format naratif, tetapi juga dapat berupa sketsa atau bahkan video